Vidio Viral Di RSUD Mubar Menjadi Asumsi Publik, Penganiayaan Nakes Terjadi, Ini Tanggapan Pelayanan

LAWORO,IDEKATA.ID, – Persatuan perawat nasional indonesia (PPNI) akan lakukan pelaporan sekaligus  gerakan aksi damai besar-besaran menuntut pelaku kekerasan terhadap Nakes di RSUD Kabupaten Muna Barat.

Persoalan vidio viral di Media Sosial pihak pimpinan OPD Direktur RSUD Mubar, kepala inspektorat, Kepala Dinas Kominfo dan sekertaris persatuan perawat nasional Indonesia (PPNI).

Korban Nakes berinisial MR yang di pukul bagian lengan kiri belakang melaporkan kejadian penganiayaan ini di Polsek Sawerigadi.

“Kami dari Nakes tidak terima sebagai pemberi layanan kesehatan untuk pasien diperlakukan seperti yang terjadi dalam vidio dimedsos sampai di lakukan pelemparan batu ke petugas RSUD.” Tutur MR

“Sekertaris PPNI Mubar, Zakya menyayangkan perilaku kekerasan yang di lakukan kepada tenaga kesehatan (Nakes). Bahkan ada pihak Nakes yang di pukul serta pengrusakan fasilitas terjadi di RSUD Mubar.”

“Sekertaris PPNI mengecam keras tindakan penganiayaan kepada Nakes. Perusakan fasilitas kesehatan serta ucapan yang tidak etis diucapkan dalam vidio viral di RS Muna Barat.” Minggu (22/6/2025)

“Pelaporan maupun aksi damai akan di gelar ke Polres Muna.” Tutur

Kepala Dinas Kominfo, Al Rahman sampaikan jangan selalu terburu – buru ambil tindakan apalagi anarkis. Persoalan masalah jangan selalu diambil dengan kekerasan tapi kordinasikan terlebih dahulu dengan dokter maupun perawat yang menangani  pasien di RS.

Apalagi pelayanan RSUD Muna Barat sudah maksimal dalam penanganan pasien. Agar masyarakat tidak terprovokasi dengan vidio di media sosial atau tiktok yang mengatakan bahwa ambulance tidak ada bensin itu, tidak benar.

“Ucapan dalam vidio viral salah satu bahasa untuk memprovokasi keluarga pasien untuk memancing keributan saat pelayanan.” Ucap Al Rahman

“Kemudian soal penganiayaan Nakes telah di laporkan.”

Pesan saya, yang mengantar pasien di RS jarang terburu-buru mengambil kesimpulan apalagi sampai memberikan perilaku anarkis seperti vidio viral di Medsos.

Kemudian persoalan pelayanan di RSUD ada 3 pasien yang diwawancarai awak media. Pasien di RS ini menyatakan dilayani dengan baik.

La Ode Hardi

“Pasien satu, La Ode Hardi asal dari kelurahan Wamelai Kecamatan Lawa yang dirawat di gedung Palem. Ia menyatakan di layani dengan baik Setelah dirawat dan dituntun 6 jam di IGD lalu di pindahkan ke Gedung Palem. Saya merasa puas dengan tindakan perawatan yang di berikan.”

Ruhyang

“Istri pasien Dua, Ruhyang, Dari SP 1 Desa Mekar Jaya Kecamatan Tiworo Tengah juga menyatakan terkait pelayanan yang di dapatkan suaminya baik. Perawat Ramah komunikasih dan suamiku yang sakit karena sesak nafas Alhamdulillah dilayani dengan baik.”

Joni Rahim

“Ayah dari Pasien Tiga, Joni Rahim, Menyatakan sangat senang untuk pelayananya apalagi kami tadi malam tiba, sampai sejauh ini pelayananya baik dan petugas ramah dalam menanggapi pasien. Dia juga menanggapi persoalan vidio viral yang sempat juga dia lihat itu mungkin karena kesalah pahaman. Karena saya rasa berbanding balik dengan pelayanan apa yang selama ini saya dapatkan dalam berurusan di RS”

Persoalan kejadian viral di RSUD kabupaten Muna Barat sampai melakukan pengrusakan Fasilitas kesehatan.

Perusakan fasilitas umum maupun pribadi bisa dipidanakan sebagaimana yang di atur dalam UU Pasal 406 KUHP.

 

Reporter: Muh. Aswan Uruti

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *