LAWORO,IDEKATA.ID,-Opini -Semakin berkurangnya masyarakat maupun kalangan pemuda pada masing-masing Kelurahan/Desa yang ada di Kabupaten Muna Barat. Hal ini di sebabkan kurangnya lapangan pekerjaan, masyarakat maupun pemuda yang tidak Kreatif dalam membuka usaha mikro kecil dan menengah (UMKN) di Muna Barat. Senin (5/5/2025)
Kalangan pemuda dari sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Muna Barat yang tiap tahunya lanjut pendidikan di Kota Kendari seperti kampus Universitas Halu Oleo (UHO), Muhamadiyah dan yayasan yang ada di Sulawesi tenggara (Sultra) maupun di luar daerah bumi anoa.
Pemanfaatan sumber daya manusia (SDM) di kabupaten Muna barat masih minim, dengan kurangnya lapangan pekerjaan maupun masyarakat yang kurang efektif untuk manfaatkan lahan tidur di wilayah Mubar. Masyarakat perlu mengelola lahan.kosong untuk mendapatkan penghasilan dari segi bertani maupun berternak.
Masyarakat saat ini yang seharusnya sadar memanfaatkan lahan kosong mereka untuk lakukan pertanian dan peternakan melihat keadaan program Nasional Presiden RI Prabowo Subianto terkait Ketahanan Pangan. Masyarakat sadar, akan membantu meningkatkan PAD serta perputaran perekonomian di Muna Barat.
UMKM juga seharusnya memainkan peran penting dalam perekonomian daerah, baik dalam menciptakan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kurangnya UMKM mandiri di Mubar dengan melihat keadaan dari tahun ke tahun kalangan masyarakat maupun pemuda di Desa dan kelurahan yang ada di Mubar semakin berkurang.
“Hal ini dikarenakan tiap tahunya kalangan pelajar/pemuda yang menempati pendidikan sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK), Se-Muna Barat yang lanjut studi sekitar 600 – 800san siswa ke perguruan tinggi di Sulawesi tenggara maupun luar daerah. Setiap tahunya mahasiswa di Mubar yang selesaikan studi (Wisuda) sekitaran 300 – 500san mahasiswa. Setelah mendapatkan gelar sarjana, ada yang sebagian kecil lanjut studi dan pulang di Muna Barat. Sebagian besar kalangan sarjana maupun pemuda mengadu nasib di perantauan untuk mencari pekerjaan dari segi industri maupun toko-toko besar menjadi karyawan yang tidak sesuai dengan pendidikanya.”
Muna Barat menuju umur 12 tahun, dengan pemimpin kepala daerah yang baru pemerintah mampu memberikan gebrakan untuk memberikan lapangan pekerjaan serta pemanfaatan Sumber daya Manusia (SDM) sendiri untuk mengurangi tingkat pengangguran di daerah sendiri khususnya.
“Dengan program nasional, ketahanan pangan ini pemerintah bisa memberikan warna baru untuk putra daerah Mubar dalam pemanfaatan kebutuhan bahan-bahan pangan. Pemerintah bisa menginterfensi atau memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk manfaatkan lahan kosong bertani menanam jagung, padi serta pertanian maupun peternakan untuk menunjang program Ketahanan pangan ini.”
Kalangan masyarakat maupun sarjana yang ada di kabupaten Muna Barat bisa kreatif dalam berikan sikap terkait program ini. Bisa membuka wawasan untuk bertani maupun berternak serta pembisnis bisa kolaborasi sebagai penada bahan pangan.
*Hal ini sebagai harapan masyarakat kepada pemerintah daerah dan impian untuk kabupaten Muna Barat yang akan datang.”
Reporter: Muh. Aswan Uruti












