BOMBANA,IDEKATA.ID, – Kasus maraknya pertambangan ilegal di Kabupaten Bombana provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Hal ini yang menyebabkan kondisi pengelolaan sumber daya alam (SDA) semakin memprihatinkan dan berdampak buruk di wulayah bumi anoa.
Sultra sebagai salah satu Daerah yang kaya dengan SDA dan tentu memiliki kontribusi besar untuk perkembangan Bangsa dan Negara dengan Kekayaan alam. Saat ini banyaknya dugaan para mavia pertambangan yang melakukan.kegiatan ilegal mning di Sulawesi Tenggara.
Seperti yang telah beredar pemberitaan dimedia online terkait adanya penggarapan Lahan pertambangan Di Wilayah PT. Panca Logam Nusantara (PLN) yang ada di Kabupaten Bombana diduga sudah tidak memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP).
Pihak polisi resort (Polres) Kabupaten Bombana harus mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku yang melakukan kegiatan pertambangan ilegal ini sesuai aturan yang berlaku.
“Sangat miris tindakan para oknum yang melakukan ilegal mining ini, mereka hanya memikirkan kantong-kantong mereka sendiri. Polres segara bertindak, kita dukung dalam pemberantasan para pelaku ilegal mining ini,” kata
“Eks Sekjen UKM Pers UHO, Oky Rambega mengatakan miris melihat tindakan para oknum yang melakukan kegiatan Ilegal mining ini untuk kepentingan dan kemewahan kebutuhan pribadi mereka. Pihak kepolisian harus segera ambil tindakan dan kami secara lembaga maupun putra daerah Sulawesi tenggara mendukung penuh ” Jum’at (16/5/2025)
Dalam sepakterjangnya, Kapolres Bombana pernah menerima penghargaan dari Kapolda Papua, M Tito Karnavian, atas pengungkapan kepemilikan senjata api saat razia. Kita yakin bahwa Kapolres Bombana mampu mengungkap kasus ilegal mining tersebut.
“Jebolan Akpol 2006 ini, sudah banyak menduduki jabatan strategis, sehingga kemampuan dalam mengungkap kasus tidak perlu diragukan lagi,” ujar Oki Rambega
“Masyarakat sebagai pemegang kedaulatan di Republik ini perlu menjadi tonggak pendukung dalam proses penegakan hukum. Sehingga, kejahatan yang merugikan negara dan masyarakat luas harus di berantas, agar SDA kita bisa terselamatkan,” tutup Oki Rambega.
Reporter: Muh. Aswan Uruti












