Harga Minyak Nilam Dimubar Anjlok Petani Menjerit Diduga Ada Permainan Tengkulak

Ketgam Salah Satu Kebun Nilam Di Wilayah Desa Tangkumaho, Kec. Napano Kusambi Kabupaten Muna Barat (Foto Idekata.Id)

LAWORO,IDEKATA.ID, – Harga minyak Nilam di Kabupaten Muna Barat (Mubar) turun drastis (Anjlok), Petani menduga ada permainan tengkulak, berharap mendapatkan perhatian dari pemerintah Pusat maupun Daerah.

Farid, salah seorang petani Nilam menggungkapkan bahwa dalam beberapa bulan terakhi harga nilam terus menerus menurun. Berdasarkan harga maksimal yang Rp.2.000.000 lebih per kilogram, kini harga minyak nilam hanya berkisar Rp.650.000, bahkan hingga Rp.600.000 per Kilo Gram dibeberapa tempat lainnya.

Tidak stabilnya harga dan terus menurunnya ini membuat banyak petani nilam mengalami kerugian. Biaya pegolahan lahan, penanaman, perawatan sampai proses panen, hingga penyulingan tidak lagi sebanding dengan hasil penjualan.

“Harga nilam turun terus sehingga pendapatan tidak cukup menutup ongkos pengolah lahan, penanaman, perawatan hingga sampai panen, di tambah lagi biaya penyulingan yang  juga terus naik,” Keluhnya, Selasa (1/2/2025).

Anjloknya harga ini diduga akibat menurunnya permintaan dari pasar, khususnya pembeli minyak nilam. Para petani juga mencurigai adanya permainan harga oleh tengkulak yang memanfaatkan situasi, ditambah lemahnya pengawasan dari Pemerintah Kabupaten Muna Barat.

“Kami menduga ada permainan harga oleh tengkulak, buktinya hampir tiap bulan bahkan tiap pekan harganya menurun, dan harga ditiap tengkulak berbeda,”katanya.

Dengan adanya kondisi ketidak stabilan harga minyak tersebut, Farid berharap agar pemerintah Pusat maupun Daerah dapat memperhatikan dengan melakukan pengawas akan persolaan ini.

“Kami berharap pemerintah pusat maupun daerah dapat memperhatikan masalah petani nilam ini, terutama terkait pengawasan terhadap pembeli, perusahaan sampai pada tengkulak,”Pungkasnya

 

Reporter: Muh. Aswan Uruti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *