LAWORO,IDEKATA.ID, – Sebelas tahun pemekaran Muna Barat terus mengalami perkembangan pembangunan yang cukup signifikan. Pemimpin yang juga telah silih berganti yang diantaranya telah dipimpin oleh LM. Rajiun Tumada (Pj. Bupati Sekaligus Bupati Defenitif Pertama), Roni Yakob Laute (Pj. Bupati), Achmad Lamani (Bupati Defenitif Menggantikan LM. Rajiun Tumada), Bahri (Pj. Bupati), La Ode Butolo (Pj. Bupati), Pahri Yamsul (Pj. Bupati), dan saat ini Bupati defenitif La Ode Darwin.
Dalam perjalanan pembangunan Muna Barat para pemimpin terdahulu telah banyak juga berkontribusi untuk pembangunan daerah ini, meskipun tak sesempurna dengan apa yang telah diharapkan oleh masyarakat.
“Bupati Muna Barat saat ini kan lahir dari pemilihan rakyat, meskipun itu melawan kotak kosong. Seharusnya tidak ada sekat politik, tidak perlu lagi memikirkan beban politik yang lain. Fokus membangun saja lah, kita rakyat ini bisa menilai sejauh mana keberhasilan seorang pemimpin dapat berkreasi untuk daerah ini. Baru sekitar 8 bulan juga, dan belum ada ukur yang pasti untuk mengukur keberhasilan programnya”,Ungkap Ketua Pandwa Demokrasi.
“Seharusnya di Muna Barat ini tidak boleh ada kegaduhan, apalagi sampai langsung melibatkan konflik Bupati saat ini dengan para Bupati terdahulu. Harapnya Bupati Muna Barat saat ini merangkul semua para Bupati terdahulu untuk bersama-sama mebangun Muna Barat dan saya rasa semua pasti terbuka, tinggal kemauan Pak Bupati saja mau sowan ataupun melibatkan mereka. Kan mereka lebih duluan paham persoalan di Muna Barat ini, apa yang kurang di masa mereka kan tinggal disempurnakan begitupun yang belum diketahui oleh Pak Bupati seharusnya bertanya langsung ke mereka supaya kesanya lebih elegan”, Tambah, Yasir Ode Fukara, Selasa (7/10/2025) Saat Ditemui Awak Media di Kendari
“Muna Barat ini harus dibangun dengan kebersamaan, tidak bisa dibiarkan berpikir sendiri itu Pak Bupati. Apalagi sampai ada polemik terkait perampokan APBD, kan itu menjadi lucu. Seharusnya dipertanyakan langsung ke para Bupati terdahulu agar infonya lebih akurat dan tidak menimbulkan asumsi liar dipublik, sebab pernyataan Bupati ini kan sedikit pun pasti akan dinilai oleh masyarakat. Soal kebenarnya kan juga harus ada alat ukurnya dan itu sudah pasti kewenangan aparat penegah hukum. Dan harapanya polemik ini tidak menjadi bola liar”.Tuturnya
“Kami berharap agar Bupati Bisa lebih fokus kepada pembangunan infarastrukur yang kemarin belum sempat diselesaikan oleh para Bupati terdahulu, utamanya itu Kompleks perkantoran Bumi Praja Laworoku. Kan menjadi pertanyaan terus oleh masyarakat luas, sampai saat ini Muna Barat belum memilik kantor Bupati. Kita seharusnya malu sebab DOB lain yang seumuran dengan Muna Barat sudah memiliki perkantoran”. Tutup Yasir.
Reporter: Muh. Aswan Uruti












