Bupati Muna Barat Harus Banyak Belajar, Diminta Selesaikan Utang & Lanjutkan Pembangunan Perkantoran Bumi Praja Laworoku

Ketgam Eks Ketua KOSMABA Nanar Muliyamin (Idekata.Id)

LAWORO,IDEKATA.ID, – Setelah 11 Tahun Pemekaran Muna Barat, sampai saat ini realisasi pembangunan perkantoran bumi praja Laworoku tak kunjung selesai. Meskipun pada Tahun 2023 yang lalu ditengah keterbatasan anggaran, namun PJ. Bupati Muna Barat Dr.Bahri telah berinisiatif melakukan pembangunan tahap awal pada wilayah kompleks bumi praja Laworoku yang meliputi Kantor Bupati, Kantor DPRD, Mesjid Agung, Mall pelayanan publik, Rumah Jabatan Bupati, serta Rumah Jabatan Ketua dan Wakil Ketua DPRD. Proyek yang diproyeksikan seharusnya tuntas pada Tahun 2024 ini justru tak dilanjutkan sepeninggal Bahri menjadi Pj. Bupati Muna Barat.

Hingga terpilihnya Bupati Muna Barat defenitif La ode Darwin saat ini yang hendak memasuki tahun pertama masa pemerintahan juga tak mendapat perhatian serius.

Hal ini memicu pertanyaan dan reaksi publik, salah satunya dari Tokoh Pemuda Muna Barat Nanar Mulyamin. “Aneh juga ini, janji-janji politik dan program 100 hari kerja hingga saat ini juga belum terlalu nampak ditengah-tengah masayarakat. Harapan maysarakat untuk melihat kantor Bupati dan beberapa kantor lainya seakan tak kunjung selesai, justru muncul pernyataan dari Bupati La Ode Darwin terkait perampokan APBD hingga katanya berakibat pada lambanya proses pembangunan di Muna Barat. Kan ini menjadi lucu sekelas Bupati saja harus diajari soal pengelolaan keuangan daerah, kan itu soal pembangunan tahap awal perkantoran Bumi Praja Laworoku dimulai tahun 2023 dan anggaranya bukan multi years. Secara otomatis jika pekerjaan menyebrang tahun dan tidak ada pemutusan kontrak maka anggaranya disilpakan dan menjadi wajib untuk dibayarakan sesuai volume pekerjaan yang telah diselesaikan pada tahun selanjutnya (2024) melalui pergesaran ataupun APBD-Perubahan,”Ungkapnya.

“Jangan menggiring opini seakan-akan uangnya dirampok, kan jelas itu uangnya tidak dicairkan hingga saat ini. Berarti kan masih menjadi kewajiban daerah untuk menyelesaikanya pada pihak rekanan, seharusnya juga Bupati Muna Barat lebih menjaga ucapanya apalagi sebagai pimpinan daerah. Justru menimbulkan kegaduhan publik dengan berbagai macam intriknya menyalahkan pemerintahan masalalu, dibayarkanlah utang-utang itu. Kan soal kebijakan anggaran ini tergantung Bupati mau dialokasikan ke mana, jangan justru lebih banyak kegiatan seremonial”, Tutur Mantan ketua KOSMABA., Minggu (5/10/2025)

“Bupati Muna Barat sepertinya terlalu banyak omon-omon, apalagi sudah pernah berucap pada saat kampanye dan janji politiknya “APONDOI RAMPANO (Saya Mampu), pernyataanya ini harus mampu dibuktikan jangan hanya sekedar ucapan belakang apalagi sampai mau melakukan pembunuhan karakter pada pemerintah sebelumnya. Kontestasi politik juga kan sudah selesai, marilah saling merangkul untuk kemajuan Muna Barat kita semua. Dan seharusnya Bupati Muna Barat lebih banyak belajar dari pemerintahan sebelumnya terkait tata kelola keuangan daerah agar pembangunan perkantoran Bumi Praja Laworoku bisa diselesaikan dan bisa ditempati secepatnya”,Tutupnya

 

 

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *