Dugaan Penggunaan Material Ilegal Dan Kontroversi Dibalik Aksi Demostrasi Proyek Jembatan Tangkumaho.

Ketgam Ketua Alam - Sultra Rahman (Idekata.Id)

LAWORO,IDEKATA.ID,, – Masyarakat Napano Kusambi melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Muna Barat, Sulawesi Tenggara, untuk menuntut kejelasan terkait proyek pembangunan Jembatan Tangkumaho yang diduga menggunakan material ilegal dari kawasan hutan. Namun, muncul dugaan bahwa aksi demonstrasi ini ditunggangi oleh pihak kontraktor CV. Sandana Cipta Barokah dan oknum lainya yang terlibat memiliki kepentingan tertentu dalam proyek tersebut.

Dugaan tersebut datang dari, Rahman, Ketua Aliansi Aktivis Mahasiswa Sulawesi Tenggara (Alam Sultra). Ia menjelaskan bahwa Dugaan itu muncul bukan tanpa dasar analisis yang jelas, namun melihat dari beberapa tuntutan aksi yang dinilai tidak objektif terhadap permasalahan pada proses pembangunan jembatan yang dilakukan oleh Kontraktor CV. Sandana Cipta Barokah yang diduga mengunakan material ilegal yang diperoleh di kawasan hutan tanpa izin.

“Pertama terkait tuntutan yang menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan pembangunan jembatan tangkumaho. hal ini sangat tendensius, pasalnya pembangunan jembatan ini tidak ada yang tidak mendukung, dan tidak ada yang menghalang-halangi apalagi mau diberhentikan, faktanya pembangunan itu terus berlanjut,”Pungkasnya, Rabu (23/9/2025).

“Kedua terkait desakan penurunan status kawasan pada lahan perkebunan masyarakat, ini tentu merupakan hal baik dan patut untuk didukung semua pihak, namun sangat disayangkan kalau hal ini dikait-kaitkan dengan proses pembangunan jembatan yang bermasalah, Padahal Idealnya perjuangan untuk penurunan status lahan itu bisa dikakukan diwaktu sebelum ada masalah pada proyek tersebut,”Tambahnya.

Hal ini lanjutannya, patut kita duga ini merupakan bagain dari upaya untuk menutupi kesalahan kontraktor dalam proses pekerjaan yang mengunakan Material Ilegal dikawasan hutan tanpa izin.

“Penggiringan Isu seolah ada pihak-pihak yang menghalang-halangi pembangunan jembatan bahkan mau diberhentikan merupakan tudingan yang tidak berdasar dan tidak terarah yang senagaja digiring untuk menutupi kesalahan kontraktor dalam proses pembangunan jembatan,”Katanya.

Untuk itu, Ia meminta kepada DRRD Kabupaten Muna Barat melakukan investigasi lanjutan, melakukan Rapat dengar pendapat (RDP) dan memastikan Aksi tersebut tidak ditunggangi Pihak Kontraktor dan oknum-oknum yang terlibat yang meraup keuntungan dari galian material ilegal tersebut.

“DPRD Muna Barat perlu melakukan investigasi dan melakukan RDP dengan memanggil semua pihak yang terkait dengan proyek pembangunan jembatan tolimbo tersebut, untuk menjelaskan status kawasan dan material timbunan dan batu yang mereka gunakan itu, mereka ambil dari mana apakah sudah di uji LEB atau belum,”Pintahnya

“DPRD  juga perlu memastikan bahwa aksi demonstrasi yang dilakukan oleh masyarakat itu tidak ditunggangi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,”tutupnya.

Hal senada disampaikan oleh salah seorang Warga Desa Napano Kusambi yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa ada pihak-pihak yang melakukan Propaganda terhadap seluruh masyarakat petani Tolimbo tersebut. Ia menduga hal itu merupakan upaya untuk mensinyalir kesalahan Kontraktor pada proses pembangunan jembatan.

“Patut diduga bahwa ada pihak-pihak yang sengaja melakukan propaganda pada masyarakat untuk menggunakan kekuatan mereka untuk menutupi pelanggaran yang dilakukan Kontraktor dan oknum-oknum yang terlibat pada proses pembangunan jembatan,”katanya.

Propaganda itu lanjutnya, terlihat dari sekian pengiringan isu, seolah ada pihak yang menghalangi pembangunan jembatan, serta akan berpengaruh terhadap status lahan perkebunan masyarakat.

“Pertanyaannya, atas dasar apa sehingga ada kesimpulan bahwa ada yang menghalangi, siapa yang menghalangi, bagaimana caranya mereka halangi, serta pengaruh dan dampak seperti apa terhadap status lahan perkebunan masyarakat ditolimbo, Isu ini tentu tidak berdasar dan tidak bisa dipertanggungjawabkan,”Tutupnya

 

 

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *