LAWORO,IDEKATA.ID,-Warga Kabupaten Muna Barat (Mubar) keluhkan dugaan pungutan liar (Pungli) yang terjadi di Pelabuhan Tondasi. pasalnya saat memasuki area pelabuhan mereka dimintai pembayaran sebanyak Rp.5.000 dengan alasan sebagai uang keamanan.
Salah seorang warga Ramadan, mengatakan bahwa saat dirinya bersama istri masuk pelabuhan untuk jalan-jalan rekreasi dan untuk memancing namun dimintai pembayaran Rp.5.000 oleh pegawai pelabuhan yang menjaga palang masuk pelabuhan.
Sebelum membayar, Ramadan mengaku sempat berdebat dengan salah satu pegawai mempertanyakan pembayaran tersebut namun pegawai tersebut mengatakan bahwa saat ini sudah membayar sebagai uang keamanan. Kemudian Ramadan meminta karcis, ironisnya karcis yang diberikan tersebut hanya tertulis Rp.3.000.
“Bukan hanya kami yang membayar, banyak pemancing lainya yang menyewa perahu-perahu dari Pulo balu juga ikut membayar,” ungkapnya. Senin (5/5/2025).
Kemudian lanjutnya, setiap orang masuk itu membayar, kalau ada orang yang tidak minta karcis mereka tidak dikasi karcis, bayar saja, sebaliknya kalau minta karcis kita dikasi karcis warna orens.
“Menanggapi keluhan warga tersebut, Kepala UPTD pelabuhan penyeberangan Tondasi, La Ode Rompu membenarkan memang ada penagihan terkait dengan retribusi ke warga yang masuk area pelabuhan.”
Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan karcis dengan harga Rp 3000, tetapi saat itu warga berkunjung pihak penjaga keamanan membayar sebesar Rp.5000 dengan alasan pihaknya tidak menyiapkan uang kembalian.
“Kami menyarankan membayar dengan uang pas karena mau diambil dimana kembaliannya.” Ujarnya saat dihubungi melalui Whatsapp
Tambahnya untuk warga yang mengeluarkan pungutan pembayaran karcis lebih untuk datang ke kantor ambil kembalian uanganya.
Ia menekankan, pembayaran tersebut sesuai aturan bahwa sekali masuk pelabuhan diarahkan untuk melakukan pungutan biaya yang akan masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Sulawesi Tenggara.
Kemudian, setiap warga yang masuk di area pelabuhan memang akan dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui tujuan kunjungan warga ke pelabuhan sehingga saat ini telah terdapat penjaga palang di pintu masuk pelabuhan.
Reporter: Muh. Aswan Uruti












